Wednesday, February 26, 2014

Polres Mamuju Butuh Alat Detektor

MAMUJU,(26/02/2014)  Maraknya penyalahgunaan Narkoba di wilayah Provinsi Sulawesi Barat, membuat pihak kepolisian dan lembaga terkait harus bekerja keras memberantas obat terlarang itu. Untuk memaksimalkan kinerja itu , perlu dukungan dan apresiasi dari semua pihak , baik berupa dukungan moril maupun dukungan infrastruktur lainnya.
Menurut Kapolres Mamuju, AKBP Eko Wagyanto, di ruang kerjanya, kemarin, mengatakan, dalam memberantas penyalahgunaan Narkoba di daerah ini, pihaknya merasa perlu mendapat dukungan dari semua pihak termasuk dari pemerintah daerah. Diungkapkan, pihaknya membutuhkan sejumlah alat pendukung seperti alat detektor dan anjing pelacak.
''Sebenarnya, kalau kita punya alat detektor dibeberapa titik, kita bisa minimalisir peredaran narkoba di Mamuju,'' ungkap Eko.
Selain membutuhkan alat detektor, Polres Mamuju juga mengaku sangat membutuhkan anjing pelacak untuk memburu dan mencari pengedar dan pengguna Narkoba di daerah ini. ''Iya. Sebenarnya kalau ada anjing pelacak kita gunakan tentu akan lebih baik. Saya waktu di Makassar, pihak Polda menggunakan anjing pelacak dan itu sangat efektif,'' imbuhnya.
Ia berharap agar pemerintah daerah dapat mendukung Polres dalam memberantas penyalahgunaan obat terlarang di daerah ini. Dukungan itu lanjut Eko, bukan sekadar motivasi, namun dibutuhkan tindakan konkret yang dapat dimanfaatkan langsung aparat atau pihak kepolisian.
Secara terpisah, anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Mamuju, Haderana, mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Mamuju harus mendukung Polres Mamuju dalam memberantas penyalahgunaan Narkoba di daerah ini. Dukungan itu tentu harus bersifat konkrie yang dapat digunakan langsung aparat kepolisian seperti yang saat ini dibutuhkan. Misalnya alat detektor dan anjing pelacak.
''Kita minta kepada Pemkab Mamuju agar dapat membantu Polres dalam bekerja. Apa yang dibutuhkan Polres, saya kira dapat dianggarkan,'' tegas Haderana yang juga Sekretaris Partai Golkar Mamuju.
Haderana menegaskan, pihaknya sangat merespon apa yang menjadi kebutuhan Polres. Untuk itu, pemerintah daerah agar merespon terhadap kebutuhan Polres Mamuju. ''Langkah dan niat baik Kapolres Mamuju harus mendapat dukungan penuh. Karena ini erat kaitannya dalam pemberantasan Narkoba di wilayah Mamuju,'' papar Haderana(Briptu Suwaib/oprRTMC)

Polri Buka Pendaftaran SIPSS

MAKASSAR, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali membuka pendaftaran seleksi penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2014. Pendaftaran dibuka 1 hingga 10 Maret mendatang.
Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Humas Polda Sulselbar, AKBP Muh Siswa, Selasa (25/2) mengatakan, untuk informasi pendaftaran bisa langsung mendatangi Mapolda Sulselbar.
Adapun mengenai syarat-syaratnya, dalam rilis yang diterima menyebutkan persayaratan umum adalah warga negara kesatuan Republik Indonesia. Persyaratan lain yakni sehat jasmani dan rohani, tidak pernah dipidana karena melakukan kejahatan (SKCK) berwibawa, jujur, adil, berkelakuan tidak tercela, bersedia ditempatkan di seluruh wilayah negara kesatuan RI dan belum menikah.
Untuk formasi sarjana yang diterima yaitu S1 profesi dokter umum, apoteker, S1 teknik informatika, sistem komputer, S1 kurikulum dan teknologi pendidikan, S1 ilmu komunikasi, ekonomi akuntansi, S1 teknik nuklir, teknik matulurgi, teknik elektro, teknik perkapalan, teknik penerbangan, hubungan internasional, ilmu keolahragaan, ilmu pemerintahan, desain grafis, sastra arab, sastra mandarin, sarjana agama, sarjana kateketik, S1/D-IV ahli nautika TK III (wajib memiliki ijazah Ahli Neutika TK III dari Dirjen Pubungan Laut Kemenhub RI), manajemen logistik, instrumen dan elektronik.
"Bagi keseluruhan lulusan sarjana perguruan tinggi negeri ataupun swasta wajib melampirkan tanda kelulusan dengan nilai rata-rata IPK 2,75. Sementara untuk batasan umur,  saat pembukaan pendidikan S1 profesi 29 tahun dan S1/D-IV 26 tahun," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pendaftaran SIPSS untuk tahun 2014 dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis serta tidak ada pemungutan biaya. "Dalam pelaksanaan seleksi diharapkan jangan percaya pada jasa calo," ujar Siswa(Briptu Suwaib/opr RTMC)

Polda Sulselbar Siapkan 1 Pleton Polisi Kawal Distribusi Logistik

MAKASSAR, Rabu (26/02/2014) Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar menyiapkan satu pleton atau sekitar 30 personil kepolisian dalam mengawal 9 truk itu hingga ke daerah perbatasan Makassar.

Pengawalan berantai dilanjutkan personil kepolisian dari Polres yang dilalui. Ada juga pengawalan melekat masing-masing tiga personil tiap truk yakni satu personil bersenjata, satu anggota intel dan satu staf KPUD Sulsel hingga ke daerah yang dituju.

"Kami harus memastikan logistik ini tiba didaerah tanpa gangguan. Kalau sudah di daerah maka tanggung jawabnya doiambil alih polres masing-masing," ujar Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Ike Edwin,(Briptu Suwaib/opr RTMC)

Sejumlah Mobil Terparkir Liar Digembok di Jl AP Pettarani

Makassar(26/02/2014) Sejumlah mobil parkir liar digembok di jalan A P Pettarani Makassar,  Untuk menertibkan lalulintas dan menghindari kemacetan, pemerintah kota Makassar memberlakukan larangan parkir di jalan utama di Makassar.(Briptu Suwaib/opr RTMC)

POLRES PALOPO PEDULI


Palopo(26 Februari 2014) Kepolisian Resort Palopo dngan program "POLRES PALOPO PEDULI" memberikan bantuan kepada msyarakat miskin dan tidak mampu di wilayah polsek telluwanua polres palopo,yang di serahkan langsung Bapak Kapolres Palopo AKBP M.Guntur SiK,beserta ibu Ketua Bhayangkari cabang Palopo,dan didampingi Bapak Kasat Lantas AKP H.Muhabar S,Ag dan disaksikan oleh Camat Telluwanua(Briptu Suwaib/opr RTMC)

Situasi Arus Lalu LIntas di Wilayah Makassar

Makassar(26 /02/2014) Dari hasil pantauan CCTV Dit LAntas Polda Sulsel terlihat situasi arus lalu lintas di wilayah MTC karebosi terpantau aman lancar dan cuaca cerah,  namun terlihat adanya perlambatan arus di antrian traffic light.Dihimbau bagi para pengguna jalan agar menjaga jarak aman kendaraannya dan memperhatikan laju kecepatan kendaraannya.
"JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS DAN BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN"(Briptu Suwaib/opr RTMC)