Wednesday, December 11, 2013

Mobil Penumpang Pelat Hitam Timbulkan Banyak Masalah

 
ENREKANG,-- Mobil pribadi yang dijadikan angkutan umum dinilai menimbulkan banyak masalah seiring semakin bertumbuhnya jumlah mobil jenis ini di Enrekang. Saat ini, diperkirakan hampir 500 unit mobil pelat hitam ikut dalam bisnis transportasi umum.
   
Kepala Bidang Pergubungan Dishubinbudpar Enrekang, Sutrisno mengatakan, fenomena mobil angkutan umum berpelat hitam ini sangat merugikan pemerintah. Sebab mereka mendapatkan untung dari usaha transportasi tanpa berkontribusi terhadap pendapatan daerah.
   
Padahal mobil angkutan umum lainnya, dikenakan retribusi pada pengujian kendaraan bermotor seperti KIR, izin trayek serta tempat pemungutan retribusi (TPR). Dia mengungkapkan, di Pasat Cakke dan Baraka, setidaknya ada sekira 400 hingga 500 mobil angkutan umum yang berpelat hitam yang mengambil penumpang setiap harinya.
   
"Target PAD kita memang hanya Rp100 juta dan itu kita sudah lampaui. Tapi andaikata mereka semua berkontribusi untuk PAD, pasti akan lebih banyak," ujar Sutrisno.
   
Selain tidak berkontribusi bagi PAD, angkutan umum pelat hitam juga dianggap sebagai biang semrawutnya lalu-lintas. Upaya pemerintah untuk mengarahkan angkutan umum masuk ke terminal tidak pernah berhasil karena angkutan umum pelat hitam ini punya terminal sendiri alias terminal bayangan.
   
Para sopir akhirnya menolak masuk ke dalam terminal karena mobil penumpang pelat hitam itu lebih leluasa mengambil penumpang di pinggir jalan. "Kami tidak bisa berbuat banyak. Persoalannya, penindakan terhadap mobil pelat hitam adalah kewenangan dari pihak kepolisian," keluh Sutrisno, Minggu 8 Desember.
   
Kasat Lantas Polres Enrekang, AKP Abdul Jalil mengaku sudah berkerja secara maksimal. Setiap mobil penumpang pelat hitam yang ditemukan memuat penumpang, langsung ditilang. Jalil juga mengaku sudah memasang pengumuman pada terminal bayangan yang ada agar mobil penumpang pelat hitam tidak mengambil penumpang.
   
"Pokoknya setiap ada ditemukan kami tindak tegas. Tetapi kami bingung mengapa mobil ini tidak ada habis-habisnya," ujar Jalil(Opr RTMC - Brigpol Rismal SE)

Monday, December 9, 2013

Sat Lantas Polres Gowa Alihkan Arus ke Makassar melewati Jl Tumanurung

SUNGGUMINASA,- Padatnya kendaraan dari arah selatan menuju Gowa membuat Satlantas Polres Gowa mengalihkan kendaraan ke arah Jl. Tumanurung belok kiri setelah Jl Hasanuddin Gowa, Senin (9/12/2013).

Hal ini disebabkan aksi unjuk rasa tutup jalan yang dilakukan mahasiswa Unismuh Makassar di Jl Sultan Alauddin.

Kasatlantas Polres Gowa, AKP Muh. Anwar yang dikonfirmasi terkait pengalihan arus menjelaskan padatnya arus lalu lintas dari Makassar membuat mereka harus mengalihkan arus.

kepadatan arus sudah mulai terjadi depan tugu adipura Gowa. Kendaraan yang mengarah ke Makassar juga terpaksa melewati jalur Jl. Mallengkeri atau Jl. Syekh Yusuf.. (briptu suwaib / opr RTMC)

Aksi Unjuk Rasa di Kawasan Fly Over

Makassar ,senin ( 9 /12/2013) pukul (14.30) wita terpantau dari kamera CCTV RTMC Ditlantas Polda Sulsel,telah terjadi aksi demo anti korupsi tepatnya dibawah jembatan flay over,sehingga menimbulkan kemacetan,bagi anda pengguna jalan yg melintasi kawasan flay over agar tetap bersabar dan berhati hati dan ada baiknya mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan..(briptu suwaib / opr RTMC )

Arus Lalulintas dari Pangkep Dialihkan ke Depan Kantor Bupati Maros

MAROS, - Akibat unjuk rasa aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat Stim Yapim Maros, arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke depan kantor Bupati Maros, Senin (9/12/2013).

Mahasiswa memaksa menutup jalan di Jl Jenderal Sudirman, depan kantor Bupati Maros dan masjid Al Markaz Maros.

Maka aparat gabungan dari Polsek Turikale dan Polres Maros mengalihkan arus lalu lintas memasuki kantor Bupati Maros agar lalulintas berjalan lancar dari arah Kabupaten Pangkep.(briptu suwaib / opr RTMC)

Sosialisasi Sat Lantas Palopo

senin (9/12/2013) Kasat lantas Palopo AKP Muhabbar melakukan giat sosialisasi uu no 22 tahun 2009 sekaligus mengglorifikasikan " PELOPOR KESELAMATAN BERLALULINTAS " bekerja sama dengan asosiasi pengusaha musik elektone (APMEL )Pada perlombaan pop Singer se Sulawesi Selatan di Kota Palopo ....(briptu suwaib / opr RTMC )

Program Kapolri " Seribu Sekolah Seribu Polisi".



Wadir Lantas Polda Sulsel AKBP HERU TRISASONO, S.Ik., M.Si. menjadi Inspektur Upacara di SMK 2 sebagai implementasi Program Kapolri " Seribu Sekolah Seribu Polisi".( briptu taslindah / rtmc )